Siapa yang tidak bahagia dengan pernikahan ? Saya rasa kita semua sepakat bahwa menikah adalah momen sakral yang membahagiakan. Namun pada konteks pernikahan di era digitalisasi seperti ini, tujuan masyarakat untuk menikah seperti-nya sudah mulai berubah, menikah hanya karena ingin hidup bersama pasangan, bisa pelukan,pulang se-rumah, dan mau ngapain pun rasanya bebas,hal ini tentu bukan tanpa sebab,banyak-nya kisah romantisme suami dan istri yang ter-upload di media sosial menjadi penyebab halusinasi masyrakat di era digitalisasi ini, dengan persepsi "enak ya punya suami,enak ya punya istri,apapun bebas dilakuin,dan kemana-mana selalu bersama." Dalam persepsi seperti ini se-akan menikah hanya mendatang-kan kesenangan saja, menikah bisa membuat suami dan istri bisa selalu bersama seolah kematian hanyalah sekedar isu. Hal ini yang membuat kita lupa dan tidak sadar bahwa menikah tidak lah senikmat itu, menikah tidak lah senikmat orgasme. Mungkin kita membayangkan de...
Indonesia Memilih Selamat siang, di hari jum’at ini saya ingin sedikit berbagi argumentasi mengenai Indonesia memilih. Tulisan ini sifat nya subjektif, jika ingin membantah/mengkritik tulisan ini, silahkan bantah/kritik dikolam komentar yang tersedia. Saya berdoa bagi yang membaca tulisan ini agar selalu diberkahi rezeqi nya, dipermudah segala urusan nya, dan diqobulkan segala hajat nya. Aamiin. Allahuma Sholli’ala Sayyidina Muhammad Wa’ala Ali Sayyidina Muhammad. Oke, kita Mulai ke topic pembahasan . Indonesia merupakan negara demokrasi terbesar nomer 3 di dunia dan didalam kehidupan berdemokrasi semua masyarakat memiliki hak dalam berpendapat dan hak dalam memilih. inti dari demokrasi ialah “ Primus Inter Pares” primus itu prima “utama” dan pares itu “sama” jadi primus inter pares adalah “ yang utama diantara yang sama” seseorang dipilih menjadi seorang pemimpin untuk mewakili suara Rakyat. Tidak ada alasan kuat bagi seorang pemimpin untuk menolak...
Komentar
Posting Komentar