Hikmah berfikir positif


Hikmah Berfikir Positif

pagi yang indah dengan segelas susu hangat yang menyegarkan badan. Pagi yang penuh dengan rasa optimis, dan pagi yang tenang dengan fikiran yang positif. Kenapa pagi ?  karena pagi adalah awal dimulai nya aktifitas. 

Sedikit saya menceritakan mengenai pengalaman saya dalam berfikir positif. Secara pribadi saya ini pribadi yang malas dan santai. Akan tetapi, bukan berarti saya engga punya arah hidup. Sebagai anak sulung, tentu masalah arah hidup menjadi sesuatu yang luar biasa yang wajib saya fikirkan. Karena ini menyangkut masa depan pribadi dan keluarga.
Satu hal mengenai kehidupan, jangan berfikir jelek dan jangan berbicara yang jelek-jelek juga. Kenapa ? karena fikiran dan ucapan adalah doa. Tidak peduli bagaimana situasi dan keadaan hidup mu, pada saat kamu merasa pesimis, cobalah untuk merubah fikiran pesimis itu, dan kembalikan fikiran itu pada ketenangan. 

Hal yang seperti itulah yang selalu saya lakukan untuk mendapatkan apa yang menjadi keinginan saya. Contoh kecil nya saat saya pribadi, mencoba untuk merealisasikan apa yang diinginkan oleh ibunda saya. Pada saat saya terlena dengan lingkungan, yang justru mengundang duka dari raut wajah ibunda saya. 

Dari rasa duka itulah saya mulai berfikir, saya merasa hidup saya tidak berguna untuk ayah dan ibunda saya. Saya selalu memberikan duka untuk mereka dan saya belum bisa memberi apa yang diinginkan oleh mereka. Pada saat keheningan suasana di ruang keluarga ibunda saya berkata “ pada saat kamu masih di perut, harapan mamah masih sama ka, mamah ingin kamu tuh punya prestasi di bidang pendidikan, setidak nya kamu dapat Rangking satu aja ka di kelas” sebenar nya, untuk ukuran pribadi yang malas seperti saya itu sangat berat.

Namun saya merasa bahwa, emang sudah seharus nya ayah dan ibunda saya mendapatkan apa yang mereka inginkan, akhir nya, saya mengambil keputusan untuk merealisasikan apa yang diinginkan oleh ibunda saya.
Pada saat saya duduk di kelas 9 saya mulai merubah hidup saya, dari yang awal nya males, saya mencoba untuk rajin, dari yang awal nya hobi kumpul dengan teman, saya mencoba untuk membatasi waktu kumpul dengan teman. 

Pagi,siang, dan sore saya belajar. Bahkan pada saat teman-teman memanfaatkan waktu istirahat untuk bermain dan makan. Justru saya memanfaatkan waktu itu untuk membaca dan mengerjakan berbagai soal. Pada saat perut mulai lapar ya, saya akan keluar untuk mencari makan. Tapi hanya sekedar mendapatkan dan memakan. Setelah itu saya kembali ke kelas dan kembali beraktifitas dengan buku yang saya pelajari.

Sebuah proses si, namun itu benar-benar tak mengkhianati. Di saat pembagian rapot saya sempat memanfaatkan waktu untuk meminta kepada tuhan. Hasil nya benar-benar positif. Saya mendapatkan Pringkat satu dan pada saat kelulusan saya mendapatkan predikat “siswa berprestasi di sekolah” sesuatu yang berada diluar dugaan buat saya. Pada saat kelas 7 nilai saya identik dengan angka 6,5-7,5. akhlak saya C, Kepribadian C dan kerapihan C. namun di kelas 9 saya bisa merubah keadaan. Semua itu hanya dilakukan untuk ayah dan bunda saya. 

Dan selama proses meraih nya demi apapun, tidak ada ruang satu pun untuk fikiran-fikiran negatif menguasai fikiran saya. Saya berusaha,saya optimis dan saya menyandarkan semua nya pada tuhan saya.
Satu hal, motivasi seseorang untuk berubah itu terletak pada keinginan diri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menikah Tidak Se-Nikmat Orgasme

Indonesia Memilih