Kapan Tuntas ?







Kapan Tuntas ?

Sepak Bola adalah seni yang membangkitkan emosionalitas..
salah satu, dari sekian banyak cabang olahraga yang digemari di seluruh penjuru Dunia..
sangat menarik menyaksikan pertandingan sepak bola secara langsung di Stadion kebanggaan.
Manchester United Punya Old Traffod, Real Madrid Punya Santiago Bernabue, Inter Milan dan AC Milan Punya San siro.
Hampir setiap Club di Benua Eropa memiliki Stadion nya sendiri. Kalau di Benua Lain ? ya, kurang tau juga si ya. Karena saya hanya memperhatikan Sepak Bola di Dalam Negri (Indonesia) dan luar Negri ( Eropa).
Di Indonesia, setiap club harus membayar harga sewa stadion jika ingin bermain. Karena stadion di Indonesia, status nya milik Pemkot/Pemkab.
Hanya ada satu club Indonesia yang memiliki Stadion, yaitu Bhayangkara FC.
Jadi, untuk para supporter jangan pernah bertengkar tentang kepemilikan stadion lagi. Jadilah supporter yang berakal sehat.
Jika berbicara mengenai sepak bola Indonesia, pasti publik selalu menantikan satu partasi klasik. Ya, saya lebih senang menyebut nya dengan partai klasik. Namun, publik menyatakan partai ini sebagai El-Clasico Indonesia.
Kalau dibilang Rival, kedua tim ini bukan Rival.
Kenapa ? “koreksi jika saya salah”
Fakta menyebutkan dari 40 Pertandingan yang telah dilakoni oleh kedua tim, Persija Jakarta berhasil merebut 17 kemenangan, sedangkan Persib Bandung hanya berhasil meraih kemenangan 7kali. Sementara 16 laga sisa nya berakhir dengan hasil imbang.
Dari data diatas sudah jelas menunjukan bahwa kedua tim ini ( Persija dan Persib) bukanlah Rival.

The Jak dan Viking

Pertandingan antara Persija vs Persib selalu menyisakan korban luka/ korban jiwa. Hal ini tidak terlepas dari perseteruan dan gengsi kedua Supporter yaitu The jak ( Supporter Persija) dan
( Viking ) Supporter Persib. Perseteruan antara the jak dan Viking sudah berlangsung lama, tepat nya sejak tahun 2000 yaitu bertepatan dengan Liga Indonesia.
 Perseteruan ini sempat berakhir ketika ada sebuah insiden pengeroyokan yang dilakukan oleh oknum Supporter Persib Bandung terhadap Almarhum Rico di Tahun 2017. Rico sendiri merupakan seorang supporter Persib Bandung. Ada kesalah pahaman disana (GBLA) pada saat Pertandingan Persib vs Persija di GBLA salah seorang pendukung persija ketahuan menyusup ke dalam Stadion untuk menyaksikan pertandingan klub kesayangan nya Persija. Namun sayang, penyamaran nya terbongkar. Terjadi kekisruhan pada saat itu, Rico pun berniat melerai kekisruhan yang terjadi di GBLA. Namun nahas Rico pun menjadi sasaran empuk para oknum Supporter Persib. Meninggal nya Rico meninggalkan pilu bagi persepak bolaan Indonesia. Dan membuat Supporter Persija dan Persib ( The jak dan Viking) akhir nya berdamai. Sayang, Perdamaian ini pun tak berlangsung lama, lagi-lagi jatuh korban di GBLA atas nama Haringga Sirla seorang Supporter Persija yang berasal dari Cengkareng. Kejadian memilukan ini terjadi pada tanggal 23 September 2018. Satu insiden yang lagi-lagi memukul keras persepak bolaan Indonesia. Ada yang salah dalam moral dan ideologi Supporter Indonesia. Mereka seperti mendefinisikan Sepak Bola sebagai Kebencian, bukan Kesatuan. Mereka mengutamakan gengsi dari pada Prestasi. Perlu diingat “tidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dari nyawa” #Bepe20
Prestasi terbesar klub bukan hanya piala.melainkan lebih dari pada itu, Harga diri klub,Kehormatan klub jauh diatas segala nya. dan itu tergantung dari cara Supporter mendukung. Datanglah untuk berkreatifitas dan jangan membuat generasi memandang sepak bola dengan ketakutan.
#gue

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI)

Suatu lembaga yang mengelola segala aktifitas Persepak Bolaan Indonesia. Pssi bertanggung jawab atas segala sesuatu yang terjadi di Sepak Bola Indonesia. Termasuk permusuhan The jak dan Viking. Saying nya, terkadang keputusan krusial yang dilakukan Pssi justru membuat permusuhan The jak dan Viking semakin panas. Tarik ulur jadwal persija vs persib atau persib vs persija, surat izin pertandingan dari kepolisian pun terkadang membuat kedua supporter ini saling menyimpan rasa curiga. Ini prihal siapa yang sebenar nya jadi anak emas Pssi (persib) atau (persija). Kecemburuan membuat kedua supporter ini saling menyimpan rasa curiga. Dan hal itulah yang menjadi bumbu dasar dari sebuah perseteruan antara The Jak dan Viking. Viking menyebut persija dengan sebutan anak papah. Dan The Jak menyebut persib dengan sebutan anak Emas Pssi. Jelas ada kecemburuan di dalam perseteruan ini, dan jelas tidak adil nya Pssi dalam setiap keputusan nya. suatu kinerja yang harus di revolusi. Sehingga, saya rasa persepak Bolaan Indonesia ini pun perlu di Revolusi.


Solusi Permusuhan didalam Sepak Bola Indonesia

Gampang saja, jangan biasakan didenda dengan UANG. Karena itu tidak mendidik kedisiplinan Klub,Pemain,Official,dan Supporter. Jika ada chants dari salah satu Supporter yang dapat mengundang permusuhan, berikan denda berupa pengurangan poin dengan jumlah 25 poin+10 laga kandang tanpa penonton. Sistem nya ? jika Klub di hukum dengan pengurangan point 25, arti nya, jika menang hukuman poin berkurang 3 jika seri berkurang 1 dan jika kalah tidak dikurangin, tidak juga ditambah. Cukup simple bukan ?


ahmad dzakwan alfaini

Selesai... 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menikah Tidak Se-Nikmat Orgasme

Indonesia Memilih